Jangan
buat hidupmu seperti baris konstan. Akan kamu ketahui betapa berharganya hidup
ini ketika kamu mampu memahaminya
Pagi
ini aku memang terlihat sendiri..tidak dengan Nana, Yeza ataupun Andini. Yaa..
begitulah pagiku di minggu-minggu ini. Seperti mencari-cari kesibukan yang semu,tapi tidak.... dan
terkadang tertawa kecil melihat kebodohanku,ketololanku yang aku lakukan ,dan
yang pernah aku lakukan. Sebelum perkuliaahan dimulai,aku kini mulai terbiasa
menyinggahi ruang dingin itu. Ruang penuh intuisi yang menggema liriihh....
pernah sesekali dalam benakku ingin menjerit dalam ruang ini, membuka derup
lara ini...”tapiii untuk apaaa....?!” sadarkupun kembali. Bukankah diam itu
menyenangkan? Bahkan kita bisa berargumen sebebas-bebasnyaa...
Sudut
ruang ini terlihat sesosok cewek ,ayu parasnya..dan aku fikir dia mahasiswi
juga seperti aku,matanya fokus menatap buku sekripsi yang ia pegang. (Aahh..mungkin itu mahasiswa tingkat akhir
yang sedang merampungkan karya ilmiahnya) batinku. persis arah jam 9, juga terlihat seseorang
berdiri memilah-milah buku dalam rak ituu. Dan itupun tak begitu mengganggu
keberadaaanku diruang ini. Malah terkadang sesekali aku memperhatikan polah
mereka..serasa menonton pertunjukan alam.
Berbeda
denganku, duduk disini. Tapi hambar...menghampa..tak tau harus berbuat
apa,mencari apa. Hanya saja aku sedikit merasa nyaman.
Berteman
dengan lepiku yang kini mulai mendapat perhatian penuh dariku. Yaa..semenjak
hotspot kampus makin yahut tentunya, dan semenjak itu juga aku sering menenteng
lolatic ( nama kesayangan buat lepiku) mondar-mandir kampus. Dan rela
menhabiskan waktu berjam-jam di ruang ini. Seperti seorang sahabat yang selalu
setia menemaniku. Hanya saja ketika aku mengeluh tentang hidup tak ada masukan
yang real aja darinya.
Browsing..browsing..browsing...berita
teranyar, koruptor , sukhoi yang salah landing, seleb, artikel-artikel, sampai
primbon jawa (kali aja bisa memprediksi
siklus hidupku) but...nihil!!
“gggrrrhhh...aku
lelah,capek,ingin gak peduli....tapii..aarrggghhhhh..” desisku ringan. Dan tak
sadar akupun melongo menatap LCD lepiku,kebiasaan buruk yang tak pernah hilang
dari diriku.
Praakkkk...
(suara tumpukan buku-buku mendarat didepanku) yaaa...sepertinya aku mengenali
orang yang sengaja menggebrak mejaku ini.
“ada apa denganmu? Tak jelas
macamnya...seperti mencari?tapi apa?? “ sapanya datar. Seolah menunjukkan
kepedulianya padaku.
“ peduli apa kamu? Untuk apa kamu
ingin tau lebih tentangku? “Akupun masih deengan
raut kagetku.
“apakah dengan kepasifan rasa sudah
cukup menjawab segalanya?. Jawabnya kasar. Seakan-akan dia
mengerti dan paham betul tentang apa yang sedang berkecimpung dalam otakku.
Akupun
terhenyak. Kelu rasanya seluruh tubuhku. benar...aku tak begitu asing dengan
orang ini. Dari cara bicaranya, lagaknya, egonya terlihat jelas ketika semua
omongannya ingin selalu didengar, sikap masa bodohnya. Seperti melihat diriku
sendiri, melihat sosokku ketika aku memposisikan sebagai orang lain.
“ahh...aku bahkan tau benar alur
yang bergejolak dalam benakmu! Jangan bersembunyi dalam kekalutan ini! Atau kau
akan terpenjara dalam buih tak berongga ini? Jadilah dirimu sendiri,bersikap
jujur tentang apa dan siapa kamu. Dan jika orang lain masih menyukaimu itu
bagus,tapi jika mereka tidak menyukaimu, itu masalah mereka sendiri“
tambahnya kemudian dia berlalu begitu saja.
Tak
sempat aku menahannya,sampai seseorang menepuk pundakku dari belakang.
“mbaak..mbak”
tegurnya.
Akupun
mulai terusik dengan kehadiran orang itu.
“maaf mbaa...kalau mau tidur jangan disini
mba. Cari tempat lain aja!”
“Damn!!!bisa-bisanya aku terlelap disini”
berontakku dalam hati.
Lalu tanpa sepatah ucap akupun memberesi
barang-barangku dan meninggalkan ruangan ini selang penjaga perpustakaan itu berlalu dari hadapanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar