Selasa, 15 Mei 2012

L i r i h


Jangan buat hidupmu seperti baris konstan. Akan kamu ketahui betapa berharganya hidup ini ketika kamu mampu memahaminya

Pagi ini aku memang terlihat sendiri..tidak dengan Nana, Yeza ataupun Andini. Yaa.. begitulah pagiku di minggu-minggu ini. Seperti mencari-cari  kesibukan yang semu,tapi tidak.... dan terkadang tertawa kecil melihat kebodohanku,ketololanku yang aku lakukan ,dan yang pernah aku lakukan. Sebelum perkuliaahan dimulai,aku kini mulai terbiasa menyinggahi ruang dingin itu. Ruang penuh intuisi yang menggema liriihh.... pernah sesekali dalam benakku ingin menjerit dalam ruang ini, membuka derup lara ini...”tapiii untuk apaaa....?!” sadarkupun kembali. Bukankah diam itu menyenangkan? Bahkan kita bisa berargumen sebebas-bebasnyaa...
Sudut ruang ini terlihat sesosok cewek ,ayu parasnya..dan aku fikir dia mahasiswi juga seperti aku,matanya fokus menatap buku sekripsi yang ia pegang. (Aahh..mungkin itu mahasiswa tingkat akhir yang sedang merampungkan karya ilmiahnya) batinku.  persis arah jam 9, juga terlihat seseorang berdiri memilah-milah buku dalam rak ituu. Dan itupun tak begitu mengganggu keberadaaanku diruang ini. Malah terkadang sesekali aku memperhatikan polah mereka..serasa menonton pertunjukan alam.
Berbeda denganku, duduk disini. Tapi hambar...menghampa..tak tau harus berbuat apa,mencari apa. Hanya saja aku sedikit merasa nyaman.
Berteman dengan lepiku yang kini mulai mendapat perhatian penuh dariku. Yaa..semenjak hotspot kampus makin yahut tentunya, dan semenjak itu juga aku sering menenteng lolatic ( nama kesayangan buat lepiku) mondar-mandir kampus. Dan rela menhabiskan waktu berjam-jam di ruang ini. Seperti seorang sahabat yang selalu setia menemaniku. Hanya saja ketika aku mengeluh tentang hidup tak ada masukan yang real aja darinya.
Browsing..browsing..browsing...berita teranyar, koruptor , sukhoi yang salah landing, seleb, artikel-artikel, sampai primbon jawa (kali aja bisa memprediksi siklus hidupku) but...nihil!!
“gggrrrhhh...aku lelah,capek,ingin gak peduli....tapii..aarrggghhhhh..” desisku ringan. Dan tak sadar akupun melongo menatap LCD lepiku,kebiasaan buruk yang tak pernah hilang dari diriku.
Praakkkk... (suara tumpukan buku-buku mendarat didepanku) yaaa...sepertinya aku mengenali orang yang sengaja menggebrak mejaku ini.
“ada apa denganmu? Tak jelas macamnya...seperti mencari?tapi apa?? “ sapanya datar. Seolah menunjukkan kepedulianya padaku.
“ peduli apa kamu? Untuk apa kamu ingin tau lebih tentangku? “Akupun masih deengan raut kagetku.
“apakah dengan kepasifan rasa sudah cukup menjawab segalanya?. Jawabnya kasar. Seakan-akan dia mengerti dan paham betul tentang apa yang sedang berkecimpung dalam otakku.
Akupun terhenyak. Kelu rasanya seluruh tubuhku. benar...aku tak begitu asing dengan orang ini. Dari cara bicaranya, lagaknya, egonya terlihat jelas ketika semua omongannya ingin selalu didengar, sikap masa bodohnya. Seperti melihat diriku sendiri, melihat sosokku ketika aku memposisikan sebagai orang lain.
“ahh...aku bahkan tau benar alur yang bergejolak dalam benakmu! Jangan bersembunyi dalam kekalutan ini! Atau kau akan terpenjara dalam buih tak berongga ini? Jadilah dirimu sendiri,bersikap jujur tentang apa dan siapa kamu. Dan jika orang lain masih menyukaimu itu bagus,tapi jika mereka tidak menyukaimu, itu masalah mereka sendiri“ tambahnya kemudian dia berlalu begitu saja.
Tak sempat aku menahannya,sampai seseorang menepuk pundakku dari belakang.
“mbaak..mbak” tegurnya.
Akupun mulai terusik dengan kehadiran orang itu.
 “maaf mbaa...kalau mau tidur jangan disini mba. Cari tempat lain aja!”
“Damn!!!bisa-bisanya aku terlelap disini” berontakku dalam hati.
 Lalu tanpa sepatah ucap akupun memberesi barang-barangku dan meninggalkan ruangan ini selang penjaga perpustakaan  itu berlalu dari hadapanku.
                                                                                                           
(bersambung)